Oleh: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
Siswa SMP Negeri 1 Surabaya
Banyak orang bilang, “Anak-anak itu belum waktunya memikirkan bumi.” Tapi menurutku,
justru kamilah yang harus memulainya, karena masa depan bumi ini ada di tangan kami.
Semuanya berawal dari sebuah pertanyaan yang terus terngiang di kepalaku:
Apa yang bisa aku lakukan sebagai pelajar untuk menyelamatkan lingkungan?
Jawabannya muncul saat aku mengikuti sebuah kegiatan lingkungan di sekolah, dan aku
mendengar tentang konsep 3R: Reduce, Reuse, Recycle.
Tiga kata sederhana, tapi punya kekuatan besar.
- Reduce: Mengurangi Sampah Sejak Awal
Reduce berarti mengurangi penggunaan barang-barang yang bisa menjadi sampah.
Aku mulai sadar, kalau setiap hari aku beli minuman dalam kemasan plastik, berarti aku
menyumbang satu sampah plastik ke bumi, dan itu akan tetap ada selama ratusan tahun.
Sejak saat itu, aku membawa botol minum sendiri ke sekolah. Aku juga mengurangi jajan
yang dibungkus plastik dan mulai membawa bekal dari rumah. Awalnya terasa ribet, tapi
lama-lama jadi kebiasaan. Dan rasanya… bangga. - Reuse: Menggunakan Kembali
Reuse mengajarkanku untuk tidak langsung membuang sesuatu hanya karena kelihatan
usang atau bekas. Contohnya, aku mengumpulkan kertas-kertas tugas yang masih ada
sisi kosong. Daripada dibuang, aku jadikan buku catatan kecil.
Bahkan, aku dan teman-teman punya proyek membuat kerajinan tangan dari barang
bekas. Kaleng susu jadi pot bunga, kotak bekas sepatu jadi tempat pensil. Kami belajar
bahwa kreativitas bisa lahir dari sesuatu yang dianggap sampah. - Recycle: Daur Ulang
Recycle artinya mengubah barang bekas menjadi barang baru yang bisa digunakan
lagi.
Di rumah, aku mulai memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik kami
jadikan kompos untuk tanaman. Sedangkan botol plastik dan kardus kami kumpulkan
untuk bank sampah.
Aku juga pernah ikut workshop daur ulang kertas. Rasanya keren sekali melihat kertas-
kertas bekas diubah menjadi kartu ucapan yang indah.
Mengapa 3R Itu Penting?
Karena bumi ini tidak bisa terus menampung sampah kita. Karena laut sudah terlalu
banyak menelan plastik. Karena gunungan sampah bisa jadi bencana.
Tapi yang paling penting, karena bumi tidak bisa menunggu kita tumbuh dewasa untuk
diselamatkan.
Penutup: 3R Itu Gaya Hidup, Bukan Sekadar Slogan
Dulu aku kira menyelamatkan bumi harus lewat demo besar atau gerakan global. Tapi
ternyata, menyelamatkan bumi bisa dimulai dari meja belajar, dapur rumah, dan tas
sekolah.
Tiga langkah: kurangi, gunakan kembali, dan daur ulang.
Tiga huruf yang bisa mengubah dunia jika dilakukan bersama.
Aku, Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto, pelajar SMP Negeri 1 Surabaya, memilih untuk
hidup dengan prinsip 3R, karena bumi ini terlalu berharga untuk diabaikan.
Bagaimana denganmu?
